August 7, 2012

PERSIJA, ini tentang rasa cinta dan loyalitas !


Lagi-lagi tentang sepak bola, lagi-lagi tentang Persija yang gue tulis di blog gue ! Yaa... Karna Persija selalu memiliki banyak cerita yang menarik untuk disimak. Persija Jakarta... Selalu menjadi sorotan bagi dunia sepak bola di Indonesia, baik dari tim, pemain, hingga supporternya itu sendiri. Persija, pemainnya, dan para Jakmania, merupakan satu paket yang ga mungkin bisa terpisah. Ke tiga komponen tersebut saling bekerja sama untuk mencapai gelar "JUARA" ! Hmm... Dalam tulisan gue kali ini, mungkin gue cuma berusaha ngeluarin pendapat gue sebagai penikmat sepak bola Indonesia dan juga Persija. Kalau pun di antara kalian yang kebetulan membaca tulisan gue, merasa tulisan gue ga bener, yaa itu hak kalian untuk berkomentar, karna ini negara demokrasi, katanya.

Sepak bola Indonesia yang dewasa ini menurut gue semakin kacau, memang selalu menjadi pusat perhatian dikalangan penikmat sepak bola dalam negri. Setelah pengkubuan yang terjadi antara ISL dengan IPL, yang kemudian berdampak pada "pemboikotan" Timnas Indonesia saat bertanding akhir-akhir ini, Persija, tim kebanggaan warga Jakarta ini pun merasakan imbasnya. Kebanyakan rekan-rekan Jakmania menolak untuk mendukung Timnas demi mencari keadilan bagi timnya yang dirampok oleh PSSI ! Gue pribadi ? Gue juga kecewa karna kejadian tersebut, gue pikir orang-orang di dalam tubuh PSSI itu cerdas, tapi ternyata, otak udang ! Tapi gue bukan sebagian besar dari mereka yang melakukan "pemboikotan" Timnas Indonesia yang mungkin saat ini lebih terkenal dengan sebutan "Timnas IPL". Ini jelas kesalahan murni dari PSSI, bukan Timnas. Jadi seharusnya kita melakukan "pemberontakan" lewat jalan lain, bukan dengan cara "pemboikotan" terhadap Timnas. Gue pribadi pun punya prinsip, "siapapun pemainnya, selama mereka menggunakan lambang garuda di dadanya dan berjuang demi nama Indonesia, pasti gue bela" dan gue yakin, prinsip ini jauh berbeda dengan kebanyakan rekan-rekan Jakmania. Ironis memang, tapi gue pribadi mengerti kok, kenapa mereka melakukan hal yang demikian, sebagai bentuk protes kepada PSSI yang seharusnya mengayomi, tapi malah menghancur leburkan sepak bola Indonesia. Dan kemudian masalah ini pun membawa dua pertanyaan yang membingungkan, kemana nasionalismemu terhadap timnas ? Dan dimana loyalitasmu terhadap tim ? Sebelum menanyakan hal itu kepada orang lain, tanyakan sendiri kepada hati kecil kalian, apakah sudah pantas disebut sebagai seorang supporter ? Gue lebih suka dibilang sebagai penikmat sepak bola, dengan cara gue sendiri.

Sampai pada akhirnya salah satu pemain Persija yang selalu dibanggakan, melanggar janjinya sendiri, janji untuk tidak membela Timnas, sampai tim yang dirampok memperoleh haknya kembali. Bambang Pamungkas ! Sosok seorang BP sepertinya memang tidak bisa dilepas dari Persija, sampai ada anggapan "Persija yang asli itu yang ada Bambang Pamungkasnya" walaupun gue pribadi lebih suka beranggapan "Persija yang asli ? Emang ada Persija palsu ? Orang yang ga suka bola juga tau Persija cuma satu" Dan lagi-lagi ini perbedaan setiap individu, setiap orang yang mencintai timnya dengan caranya sendiri. Pro dan kontra memang saat sang kapten mengambil keputusan yang demikian ? Banyak yang kecewa, banyak juga yang mendukung. Gue pribadi bukan penggemar BP, tapi gue salut sama BP karna keputusannya tersebut dengan mengatasnamakan "Timnas". Satu hal yang mungkin disesali banyak pihak, sang kapten, yang selalu dibanggakan, menjilat ludahnya sendiri.Sekarang pun yang gue baca dari beberapa media massa, katanya pihak manajemen bersiap melepas BP jika ada yang berminat untuk membelinya. Dan yaa... Sesuai perkiraan, pro kontra pun terjadi lagi ! Sedih memang, saat rasa cinta lo kepada pemain lebih besar dari rasa cinta lo sama Persija itu sendiri. Yaa ga jauh beda lah sama yang lebih milih bunuh-bunuhan sama supporter tetangga dibanding beli tiket buat masuk ke dalam stadion. Miris.

Gue pribadi juga punya pemain favorit kok di Persija, Ismed Sofyan. Tapi yaa cuma sekedar mengagumi sosoknya, sedangkan rasa cinta gue lebih besar buat Persija itu sendiri. Bukan satu pemain yang bikin sebuah tim bisa besar, tapi justru sebaliknya. Tim itu ada sebelas pemain, bukan seorang. Tim ga butuh pemain yang cuma punya loyalitas besar tapi ga punya kesungguhan buat ngasih gelar juara ke Tim tersebut. Jadi kalo Tim ngerasa salah seorang pemain udah ga "layak" menjadi bagian dari mereka, yaa wajar kalo mereka mencari yang "lebih". Ini semua buat kebaikan Persija kok, bukan buat apa-apa. Inget tujuan kalian dari awal, buat dukung Persija kan ? buat support Persija sampe mereka juara kan ? Pemain boleh silih berganti, tapi Persija, selalu di hati ! Pikirin Persijanya, bukan yang lain. Kita ada karna Persija, jangan sampe perbedaan pendapat kita tentang Persija justru ngebuat kita pecah belah, justru ngebuat kubu diantara sesama Persija. Kalo udah begitu, apa bedanya kita sama PSSI ? Gue percaya, darah "oranye" itu udah mengental dalam jiwa kalian. Jadi, tetap teriakan dengan lantang, PERSIJA SAMPAI MATI, LOYALITAS TANPA BATAS ! Persija, siapapun nanti yang membela kalian, bagaimana pun keadaan kalian nanti, cinta kami buat kalian akan tetap ada dan bertahan.

No comments:

Post a Comment